Sport

Swiatek Bungkam Sakkari dan Lolos ke 16 Besar Indian Wells

Hari ini saya benar-benar bisa merasa bebas untuk menekan Maria. Ya, saya memegang momen yang tepat, menurut saya

Jakarta (KABARIN) - Petenis Polandia Iga Swiatek menghentikan laju impresif Maria Sakkari dengan kemenangan 6-3, 6-2 di Indian Wells pada Selasa WIB dan memastikan tiketnya ke babak 16 besar BNP Paribas Open 2026.

Pertemuan ini menjadi kesempatan balas dendam Swiatek setelah kalah dari Sakkari di perempat final Doha bulan lalu. Kini Swiatek unggul 5-4 dalam head-to-head mereka.

"Kami pernah bermain di dua final di sini, jadi lucu rasanya melihat kami bermain lagi dua tahun kemudian di babak ketiga," kata Swiatek usai pertandingan dikutip WTA. "Jadi, tentu saja ini bukan pertandingan yang mudah. Saya sangat senang dengan hasilnya."

Meski Sakkari memulai pertandingan dengan impresif, memenangi semua gim servisnya dan menyelamatkan enam dari enam break point, Swiatek mampu bangkit. Forehand Swiatek semakin tajam di tengah kondisi berangin dan ia merebut enam dari tujuh gim terakhir set pertama.

Set kedua berjalan serupa, Swiatek mematahkan servis Sakkari tiga kali. Satu backhand terakhir dari Sakkari meleset, dan Swiatek merayakannya dengan mengepalkan tinju saat melangkah ke net.

Secara keseluruhan, Swiatek mematahkan servis lawannya lima kali dan menyelamatkan enam dari delapan break point yang dihadapinya.

Dengan kemenangan ini, Swiatek menjadi petenis putri pertama yang lolos ke babak 16 besar selama enam tahun berturut-turut di Indian Wells sejak Agnieszka Radwanska dan Carolina Wozniacki pada 2008-2014.

Sejak format ini diperkenalkan pada 2009, Swiatek hanya kalah dari Serena Williams dalam persentase kemenangan di turnamen WTA 1000 dengan minimal 10 pertandingan.

Swiatek mengaku banyak belajar dari kekalahan di Doha dan menekankan adaptasinya terhadap kondisi hari ini. "Saya rasa saya beradaptasi lebih baik dengan bola-bola pendek daripada di Doha," ujar Swiatek. "Saya ingat cukup menyebalkan di sana membuat kesalahan dari bola-bola itu. Saya juga lebih memahami arah angin."

"Saya rasa servis saya lebih baik, mungkin. Pengembalian bola juga tepat sasaran. Saya ingat di Doha terkadang melakukan kesalahan dan tidak memukul dengan bersih," tambah petenis berusia 24 tahun itu. "Hari ini saya benar-benar bisa merasa bebas untuk menekan Maria. Ya, saya memegang momen yang tepat, menurut saya."

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: